Penyakit yang Timbul Akibat Penggunaan Komputer Berkelanjutan :

Posted: Oktober 11, 2011 in Uncategorized

MACAM-MACAM PENYAKIT AKIBAT PENGGUNAAN KOMPUTER
A. Stres
Bekerja menggunakan komputer dapat menimbulkan stres. Stres yang dapat
ditimbulkan oleh penggunaan komputer tidak memiliki perbedaan dengan tipe stres
yang ada didalam kehidupan. Seperti yang telah ditemukan The National Institut of
Occupational Safety and Health (NIOSH), menemukan bahwa operator komputer
mengalami stress pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan pekerja lain.
B. Gangguan Pada Mata dan Penglihatan
Penggunaan komputer dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan
gangguan ketajaman, ‘sakit kepala dan gangguan pada mata itu sendiri. Keadaan ini oleh
The American Optometric Association disebut Computer Vision Syndrome (CVS).
Bukan tidak mungkin jika kemudian akan menjadi permanen dan akan merusak mata.
Namun keadaan ini akan segera berkurang jika penggunaan komputer dihentikan.
Sehingga perlu diketahui gejala — gejala yang muncul selama menggunakan komputer.
Gejala CVS tersebut antara lain :
1. Myopia sementara,
Yaitu ketidakmampuan melihat dengan jelas objek yang jauh untuk beberapa
saat sampai beberapa jam setelah menggunakan komputer.

2. Mata lelah
Keadaan mata yang lelah ini dapat disebabkan oleh bahaya dari monitor,
koreksi penglihatan yang berkurang, membaca dokumen dengan ukuran huruf
yang kecil, keadaan kontras yang tidak seimbang antara teks dan Tatar
belakang, kejapan pada monitor yang nyata dan mata yang kering.
3. Penglihatan kabur
Penglihatan yang kabur dapat disebabkan oleh perubahan fisilogis ( akibat
proses penuaan atau penyakit ). Hal ini juga dapat diakibatkan karena melihat
benda tents menerus dengan jarak 12 inchi dan membaca dengan cahaya yang
kurang.
4. Mata kering, iritasi dan mata berair.
Keadaan ini terjadi jika kekurangan cairan untuk menjaga kelembaban mata
terjaga dengan keadaan refleks kedipan mata. Jumlah kedipan mata bervariasi
sesuai dengan aktivitas yang sedang dilakukan dan akan berkurang saat sedang
berkonsentrasi. Mata menjadi merah dan berair, disebabkan karena saat
menggunakan komputer akan mengurangi jumlah kedipan.
5. Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya.


6. Sakit kepala, sakit punggung, sakit leher dan spasme otot.
Hal- hal yang dapat menyebabkan munculnya CVS adalah :
1. Posisi tubuh yang buruk saat berhadapan dengan komputer.
2. Penerangan yang menghasilkan silau atau bayangan, gambar yang kabur atau
gambar yang terlalu gelap atau terlalu terang.
3. Jumlah kedipan tidak cukup untuk membasahi permukaan bola mata.
4. Penggunaan lensa koreksi yang tidak sesuai dengan posisi dan jarak pengguna
dari monitor
5. Kelainan minor pada penglihatan yang diperberat oleh penggunaan komputer.

Berikut ini langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko
terjadinya CVS, yaitu :
1. Melakukan pemeriksaan mata
Hal ini merupakan langkah terpenting yang dapat dilakukan untuk mencegah atau
mengobati CVS. Sesuai dengan The National Institute of Occupational Safety and
Health (NIOSH), pengguna komputer hams memeriksa mata sebelum bekerja
menggunakan komputer dan melakukan pemeriksaan tersebut setiap tahun.
2. Pengaturan pencahayaan
Cahaya yang berasal dari komputer merupakan masalah utama. Langkah untuk
menguranginya yaitu dengan mengatur sumber cahaya lainnya, seperti dengan menutup
jendela, mematikan lampu serambi dan mengubah letak penerangan. Langkah kedua
yaitu dengan merninimalkan cahaya yang ditimbulkan oleh monitor, yaitu dengan
menggunakan layar khusus untuk mengurangi cahaya tersebut, dengan mengubah posisi
dan kemiringan monitor dan mengatur kontras.
3. Pengaturan penglihatan
Untuk memperbaiki ketajaman penglihatan selama menggunakan komputer, langkahnya
yaitu : _
• Jarak Monitor dengan mata 18 — 24 inchi
• Posisi monitor pada ketinggian yang tepat, yaitu setinggi mata.
• Membersihkan monitor secara teratur untuk mengurangi kelelahan mata.
• Menggunakan kacamata yang di desain untuk pengguna komputer.
• Jika anda menggunakan kacamata bifocal, posisikan monitor dengan
tepat sehingga anda tidal( perlu memiringkan kepala untuk melihat
layar.
• Mengistirahatkan mata anda dengan cara menutup mata dan melihat kearah lain
dengan jarak yang bervariasi.
1. Meminimalkan cahaya yang berasal dari monitor.
2. Mengedipkan mata lebih sering.
3. Melatih mata.
4. Melakukan istirahat yang teratur
5. Memodifikasi tempat kerja.

9. Melakukan olah raga ringan meskipun dalam keadaan duduk, seperti
menggerakan lengan, kaki, punggung, leher dan bahu secara teratur, seperti yang
telah direkomendasikan oleh NIOSH.
Tidak semua keadaan di tempat kerja memberikan kenyamanan dalam
menggunakan komputer. Berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk
mengurangi resiko terjadinya gangguan penglihatan, yaitu :
1. Jika menggunakan komputer dalam jangka waktu yang panjang.
Cara untuk mengurangi resikonya yaitu dengan:
• Mengistirahatkan mata
• Menjaga kebersihan layar monitor
• Secara periodik menutup mata
• Menggunakan obat tetes mats jika diperlukan
2. Cahaya pada komputer yan berasal dari jendela.
Cara untuk mengurangi resikonya yaitu dengan :
• Menggunakan penutup jendela
• Meletakkan posisi monitor tegak lures dengan jendela atau sumber
cahaya lainnya.
• Mengatur letak dan kemiringan monitor untuk mengurangi cahaya yang
dihasilkan komputer.
• Menggunakan layar untuk mengurangi cahaya yang dihasilkan monitor.
3. Cahaya pada komputer yang berasal dari lampu.
Cara untuk mengurangi resikonya yaitu dengan :
• Mengurangi penerangan
• Mengubah letak penerangan
• Mengatur letak dan kemiringan monitor untuk mengurangi cahaya yang
dihasilkan komputer.
6
C. Gangguan Muskuloskeletal
Gangguan Muskuloskeletal yang ditimbulkan akibat penggunaan komputer
mulai dari kelemahan otot dan tendon atau nyeri leher dan punggung sampai dengan
trauma yang kumulatif. Trauma kumulatif ini berhubungan dengan terdapatnya gerakan
yang berulang secara terus menerus untuk waktu yang lama yang disebut sebagai
Repetitive Strain Injury (RSI). Penyebab gangguan musculoskeletal ini antara lain
postur tubuh yang tidak sesuai terjadi terus menerus saat menggunakan komputer,
penyokongan punggung yang tidak sesuai, duduk dengan posisi yang sama dengan
jangka waktu yang lama dan desain ergonomik yang buruk.
Gejala yang ditimbulkanoleh RSI antara lain :
1. Kesesakan, ketidaknyamanan, kekakuan, kesakitan atau terbakar ditangan,
pergelangan tangan, jari – jari, lengan bawah dan siku
2. Perasaan geli, kedinginan atau mati rasa pads tangan
3. Kekakuan atau kehilangan kekuatan dan koordinasi tangan
4. Nyeri yang menyebabkan terbangun dimalam hari _
5. Memiliki keinginan untuk memijat tangan, pergelangan tangan dan lengan
6. Nyeri punggung, bahu atau leher yang berhubungan dengan penggunaan
komputer.
Repetitive Strain Injury (RSI) terjadi karena gerakan fisik yang berulang- ulang
menyebabkan kerusakanpada tendon, saraf, oto dan jaringan lainnya. Peningkatan
penggunaan komputer dengan kecepatan yang tinggi dalam mengetik menyebabkan
cedera pads tangan, lengan, dan bahu.
Yang termasuk dalam RSI antara lain sakit 1 eher, nyeri punggung, Carpal Tunnel
Syndrome, DeQuervains Tenosynovitis, Thorscic Outlet Syndrome, Shoulder
Impingement Syndrome, dan tennis Elbow.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s